Pre-Reg resmi dibuka. Klik tombol pre-reg sekarang dan dapatkan gratis 100x summon. Berbagai pendekar legendaris siap memperkuat tim-mu! Hadiah Milestone: 100K Peserta Pre-Reg: Token Item*3, Token Rekrut*3 500K Peserta Pre-Reg: Token Item*7, Token Rekrut*7 1M BacaNovel Legenda Pendekar Naga Karya Shujinkouron Full Episode - Dengan sebilah pedang di tangan, aku menantang takdir, bukan demi menjadi pahlawan tetapi agar terciptanya kedamaian. Dengan sebilah pedang, aku menantang empat penjuru, langit dan bumi, menjadi tidak terkalahkan. Search Cerita Silat Penginapan Pintu Naga. Dalam hatinya dia berkata pergilah ke penginapan Apalagi Mahesa Jenar, Gajah Alit dan Paningron yang datang sebagai prajurit-prajurit Demak Cerita tentang persahabatan,pengkhianatan,pertarungan dan cinta Mulut ukiran naga dapat menembakkan jarum-jarum beracun, dengan jalan menekan tombol rahasia pada kapak Dari lubang pintu Dari lubang pintu. PendekarPemanah Rajawali, Jilid 1. "Jika aku mengenakan pakaian ini," kata Huang Rong, "siapa pun akan memperlakukanku dengan baik, itu tidak aneh. Tapi, waktu aku menjadi pengemis, kau baik padaku, hal itu baru benar-benar baik.". Guo Jing yang lugu tumbuh di Mongolia dan belajar ilmu silat dari Tujuh Orang Aneh Jiangnan. LegendaPendekar Naga Ch. 1 - Pendekar Pedang Suci Gunung Bunga Persik pernah menjadi lokasi berdirinya salah satu sekte aliran lurus terbesar di dunia persilatan tetapi pertempuran besar 50 tahun lalu mengubah Gunung yang dulunya dipenuhi dengan pohon bunga persik menjadi tanah kematian. LegendaPendekar Naga Ch. 18 - Benua Daratan Tengah - NovelToon Ch. 18 - Benua Daratan Tengah "Chen'er, kau semakin pandai memasak" Fang An tersenyum lebar melihat sarapan yang dibuat oleh Xiao Chen, menggunakan bahan-bahan sederhana yang ada, Xiao Chen membuat masakan yang penuh rasa dan lezat. Perjalananhidup Tio Sam Hong, bagaikan Naga sakti yang kelihatan kepala tapi tak nampak ekornya. Maka selain di hati Zhu Li, bahkan di dalam hati generasi selanjutnya sampai jaman ini, Thio Sam Hong yakni seorang legenda pendekar pencipta jurus Tai Chi dan seorang immortal Taoist; menjadikan sosok Pendekar yang rendah hati dan misterius. Search Cerita Silat Penginapan Pintu Naga. CERITA SILAT Cerita silat Tangan Geledek (Pek-lui-eng) mengisahkan tentang pertempuran di Pulau Pintu Emas (Kim-bun-to), Pasukan Kerajaan Kin yang telah diperdaya oleh Liok Kong Ji menyerbu pulau ini, sehingga banyak pendekar yang tewas antara lain Cam-kauw Sin-kai, Pendekar Budiman Go Ciang Le dan Istrinya Liang Bi Lian yang sebenarnya ketika itu CulaNaga Pendekar Sakti (Liong Kak Sin Hiap) Sepasang Golok Mustika (Wan Yo To) Legenda Pendekar Ulat Sutra; Karya Kho Pek Houw Cerita Lepas / Non Serial mungkin karena admin juga membagikan beberapa link novel barat yang berlisensi soalnya selain web cerita silat indomandarin ini admin juga dulu punya web download novel barat Quote Di dekade 80an dan 90an, kisah silat Tiongkok sepertinya memiliki penggemar yang sangat banyak di Indonesia. Mulai dari novel terjemahan, serial silat yang berupa rentalan kaset VHS dan Betamax, ataupun yang tayang di TV, semuanya memiliki pasar yang cukup luas. Quote: Sayangnya trend ini mulai berakhir di penghujung dekade 90an. ThrHzw. Baca Novel Legenda Pendekar Naga Karya Shujinkouron Full Episode - Dengan sebilah pedang di tangan, aku menantang takdir, bukan demi menjadi pahlawan tetapi agar terciptanya sebilah pedang, aku menantang empat penjuru, langit dan bumi, menjadi tidak terkalahkan. Dengan sebilah pedang, aku menjelma menjadi naga, menghabisi iblis, menyelamatkan kemanusiaan. Dengan sebilah pedang, aku menemukan dunia dalam diri seseorang, menjaganya segenap kekuatanku, bersamanya selamanya. Dengan sebilah pedang, kuukir sebuah legenda, tentang anak manusia menantang langit, legenda pendekar naga!Novel yang berjudul Legenda Pendekar Naga ini sangat seru untuk di baca. Kamu dapat membaca novel ini melalui aplikasi Noveltoon yang dapat kamu download di google play Store atau melalui link dibawah Legenda Pendekar Naga Karya Shujinkouron Full Episode “Aku belum mati?”Saat Fang An sadar, seluruh tubuhnya terasa amat sakit, membuat yakin dia masih belum kehilangan pertama yang dilihatnya adalah Bing En, Feng Taohua dan Bing Ruyue sedang mematung sambil memandang ke satu An yang merasa penasaran, dia mengubah posisi tubuhnya untuk bisa melihat ke arah yang sama. Dia kemudian menemukan seorang pemuda yang sedang berhadapan dengan beberapa pendekar suci tingkat Fang An sekedar berdecak kagum karena kemampuan pemuda tersebut sampai perhatiannya jatuh pada pedang di tangan pemuda itu.“Hm? Pedang itu rasanya tidak asing…” Fang An berusaha mengingatnya, sesuatu terlintas di pikirannya, “Tunggu dulu! Pedang itu adalah…”**Energi hitam yang dilepaskan Ye Wang saat menggunakan malam pembasmi iblis bergerak jauh lebih cepat dibandingkan ketika Xiao Chen menggunakannya tetapi jarak antara Ye Wang dan Xie Hai cukup jauh sehingga pria tua itu berhasil menghindari serangan Hai menahan nafasnya, dia bisa merasakan bahwa baru saja berhasil menghindari serangan yang dapat mencabut nyawanya tetapi sebelum dia bisa bernafas lega, Ye Wang sudah mengejarnya.“Aku tidak tau apa yang merasukimu! Jangan memaksaku melakukan sesuatu yang membuat kita berdua menyesal-!” Xie Hai sadar tidak bisa menang dari Xiao Chen yang tubuhnya diambil alih Ye Wang tetapi dia masih memiliki satu cara Wang nyatanya tidak menanggapi ancaman tersebut, sebaliknya dia melepaskan aura naga untuk menekan pria sepuh itu saat jarak antara keduanya cukup Hai yang berniat terbang menjauh kini merasakan tubuhnya sulit dikendalikan, sebelum dia bisa melakukan sesuatu lebih jauh, Ye Wang sudah mengayunkan pedang ke arahnya.“Kau bisa menghindarinya tadi, apa kau bisa melakukannya sekarang?” Ye Wang kembali menggunakan malam pembasmi iblis, meskipun kali ini kekuatan energi pedangnya sekitar separuh dari Hai berusaha menghindari namun gagal, tubuhnya dilewati energi pedang tersebut dan kini dia bisa merasakan rasa sakit yang luar biasa di seluruh Hai memang masih bernafas meskipun lemah, dia tidak bisa mempertahankan keseimbangannya dan akhirnya jatuh ke tanah. Jatuh dari ketinggian seperti itu ditambah tubuhnya terluka parah karena malam penguasa iblis, Xie Hai sama sekali tidak bergerak setelah menghantam dari separuh tulangnya hancur, Xie Hai merasakan kesakitan yang hebat, dia ingin mengakhiri nyawanya sendiri untuk menghilangkan rasa sakit tetapi dia tidak memiliki cukup kekuatan untuk Wang mendarat di samping Xie Hai, “Ingin mati? Tidak semudah itu, kau setidaknya akan kesakitan selama dua jam lebih sebelum kehilangan nyawamu. Tidak ada juga yang bisa membuat nyawamu bertahan.”Xie Hai menatap Ye Wang dengan penuh kebencian namun ketika matanya bertemu dengan mata hitam Ye Wang, kebencian itu perlahan berubah menjadi ketakutan yang mendalam serta rasa tidak Xie Hai berakhir dalam kondisi seperti itu, semua pendekar Menara Harta Feniks di sekitar lokasi pertarungan tersebut memilih untuk mundur. Satu-satunya yang terlintas di pikiran mereka adalah meninggalkan tempat ini secepat aliansi putih-netral sebenarnya ingin menghentikan mereka namun di satu sisi mereka juga sudah amat kelelahan dengan pertempuran ini, belum lagi banyak yang terluka serius bahkan kehilangan situasi seperti ini, kemenangan jelas berada di tangan Pulau Es Utara tetapi tidak ada rasa gembira di antara pasukan aliansi karena mereka sadar meskipun menang tetapi kekuatan aliran putih dan netral di Kekaisaran Han akan banyak berkurang setelah hari Huo yang membawa banyak pendekar bersamanya tidak tinggal diam, dia berusaha menahan sebanyak mungkin pendekar Menara Harta Feniks yang berusaha kabur namun jumlah mereka terlalu banyak sehingga dia tidak bisa menahan sepenuhnya sementara Ye Wang juga tidak berniat menghabisi semua pendekar tersebut. “Aku hanya berjanji membunuh tua bangka ini dan tiga pendekar suci lainnya, aku tidak ada urusan dengan mereka…” Ye Wang bergumam pelan, terkesan bicara dengan dirinya sendiri namun tentu saja terarah pada Xiao Chen yang sejak tadi menonton semuanya dalam pikiran Wang tidak langsung menyarungkan pedangnya meskipun Xie Hai sudah dipastikan tewas, Ye Wang memandang ke atas, melihat ke salah satu awan yang menutupi langit.“Permisi pendekar…”Ye Wang mengerutkan dahi dan menoleh ke sumber suara yang jelas tertuju padanya, dia melihat seorang pemuda yang amat tampan berdiri tidak jauh darinya, yang tidak lain adalah Fang An tidak sendiri melainkan bersama Bing En dan Feng Taohua, ketiganya memutuskan bicara dengannya karena berpikir pertempuran telah usai.“Terima kasih telah mengulurkan bantuan pada kami, bantuanmu sangat kami hargai tetapi bolehkah aku bertanya satu hal?” Fang An melirik pedang di tangan Ye Wang, “Darimana anda mendapatkan pedang itu?”Fang An tentu tidak bisa mengenali Xiao Chen sekarang, bukan karena fisiknya terlalu berubah melainkan Fang An tidak bisa menatap wajah Xiao Chen terlalu lama saat sepasang mata hitam pekat menghiasinya An hanya bisa bertahan beberapa detik melihat sepasang mata hitam Ye Wang sebelum memalingkan En dan Feng Taohua yang awalnya juga berniat berbicara kini mengurungkan niatnya, keduanya sadar pemuda misterius yang membantu mereka di awal dan sosok yang ada di hadapan mereka adalah dua orang yang berbeda meskipun di tubuh yang Wang menatap pedang penguasa malam yang dipertanyakan Fang An, pemuda tampan itu jelas mengenali pedang ini dan sepengetahuan Fang An terakhir kali pedang tersebut berada di tangan Xiao Chen.“Aku tidak berada di posisi untuk menjelaskan atau menjawab pertanyaanmu…”Suara Ye Wang berhasil membuat Fang An berkeringat dingin sementara Feng Taohua dan Bing En sedikit gemetaran.“Suatu hari ketika tiba waktunya, kau akan mendapatkan jawaban yang kau cari tetapi tidak hari ini…” Ye Wang menatap Fang An yang mematung sejenak sebelum mengalihkan pandangan pada Bing Ruyue yang berada di sebenarnya ingin menghampiri Xiao Chen juga namun Bing En melarangnya sampai situasinya lebih jelas karena mereka sadar Xiao Chen telah dirasuki sesuatu.“Gadis ini akan mengundang banyak masalah ke depannya, sebaiknya kalian mencari cara untuk mengatasinya atau serangan seperti ini baru awal saja…” Ye Wang kemudian melirik ke awan, “Aku tidak punya waktu lagi untuk bicara lebih banyak, ada yang harus kuurus…”Selesai berkata demikian Ye Wang melesat dengan kecepatan tinggi ke udara, meninggalkan Fang An dan lainnya yang masih kebingungan dengan sikap serta identitas Xiao Wang terbang dengan kecepatan tinggi seolah mengejar sesuatu. “Chenchen, sudah berapa lama kau tinggal di tempat ini?”Xiao Chen dan Dong Feng terbang santai menuju kembali kediaman mereka.“Sekitar empat tahun Senior.”“Empat tahun? Kupikir kau akan membutuhkan sepuluh sampai dua puluh tahun untuk mencapai semua ini, kau sungguh berbakat Chenchen.”Dong Feng tertawa kecil sementara Xiao Chen memandangnya sambil menahan nafas.“Kenapa wajahmu seperti itu? Apa yang menjadi bebanmu Chenchen?”Xiao Chen tersenyum pahit, rencananya besok dia akan pergi bersama Dong Feng ke Gunung Tanpa Batas dan mendatangi Formasi Sihir yang dapat membawa Xiao Chen kembali ke Xiao Chen campur aduk, dia bahagia bisa kembali ke dunianya jauh lebih cepat dari perkiraannya tetapi di sisi lain dia tidak enak hati memikirkan Dong Feng yang akan sendirian lagi di tempat ini.“Chenchen, kalau yang kau pikirkan adalah tentangku, jangan khawatir. Aku sudah terbiasa sendirian.” Dong Feng terlihat santai sambil tersenyum lebar.“Senior, aku…”“Tentu saja aku menghargai keberadaanmu, bohong kalau aku tidak berharap kau bisa tinggal lebih lama namun kusadar bahwa duniamu lebih membutuhkanmu daripada aku.”Xiao Chen ingin mengatakan dia akan mencari cara mengeluarkan Dong Feng dari tempat ini, tetapi dia tidak ingin memberi harapan palsu terutama saat dia tidak mengetahui apakah hal itu mungkin atau tidak.“Chenchen, dengarkan aku. Setelah kau pergi, aku berencana meninggalkan tempat ini juga. Mengenalmu membuatku memikirkan banyak hal dan mengambil keputusan yang sudah lama kutunda.”“Senior memiliki cara untuk meninggalkan tempat ini?”“Aku tidak pernah mencobanya, tetapi sebenarnya dengan kemampuanku itu tidak mustahil.”Xiao Chen mengerutkan dahinya, dia merasa Dong Feng hanya berusaha membuat hatinya merasa lebih baik.“Aku tidak membohongimu Chenchen, kau akan mengetahui niatku sungguh setelah kita tiba di rumah.”Xiao Chen tidak mengerti maksud Dong Feng jadi dia harus menunggu sampai mereka tiba.“Terlepas semua itu, Senior, Aku tidak mengetahui cara menunjukan terima kasihku… Tanpa bantuanmu, aku…”“Chenchen, kau bisa menunjukan rasa terima kasihmu dengan berhasil mencapai yang kau harapkan ketika kembali ke duniamu. Mendengarmu bicara tentang perdamaian membuatku sadar pentingnya rasa damai itu, kuharap kau berhasil menjadikan itu nyata.”Keduanya tiba di kediaman beberapa waktu kemudian, Dong Feng langsung mengajak Xiao Chen menuju ke gua tempatnya menyimpan seluruh harta berharga.“Chenchen kau bisa mengambil semua uang emas serta peti-peti harta, pusaka juga bisa kau ambil. Sisakan saja buku-buku untukku.”“Senior, Aku tidak bisa menerima semua ini.”“Tidak perlu sungkan, emas-emas ini tidak berharga di duniaku, mata uang yang kami gunakan adalah batu yang mengandung… Ah, sudahlah Chenchen, kau tidak akan mengerti sekarang. Intinya, harta ini sungguh tidak berguna bagiku tetapi kau bisa menggunakannya sebagai bekal perjalanan maupun membuat rencanamu berjalan lancar.”Xiao Chen memandang gunungan harta yang ada di hadapannya, menurutnya Asosiasi Bulan Perak cabang Kekaisaran Han sekalipun belum tentu bisa mengeluarkan harta sebanyak keraguan Xiao Chen, Dong Feng meraih cincin samudra dari jari Xiao Chen dan mulai menyimpan semua harta tersebut termasuk berbagai pusaka sebelum mengembalikannya.“Jangan sungkan, aku tidak bisa membantumu secara langsung membuat kedamaian, setidaknya gunakan ini untuk membantumu. Kalau kau tidak membutuhkannya nanti, kau bisa memberi makan mereka yang kelaparan dengan harta ini.”Xiao Chen teringat Dong Feng pernah bercerita bahwa masa kecilnya adalah anak yang hidup di jalanan, berperang melawan rasa lapar setiap harinya. “Senior, aku berjanji padamu tidak akan membiarkan ada kelaparan yang terjadi di hadapanku.” Xiao Chen kemudian bersujud di depan Dong Feng, memberikan penghormatan Feng pernah menolak penghormatan Xiao Chen ketika dia mengajarkan beberapa ilmu pada Xiao Chen tetapi kini dia menerimanya. Ini menandakan keduanya sungguh akan berpisah.“Tidak perlu sedih-sedih lagi malam ini, mari kita makan sepuasnya!” Dong Feng mengeluarkan daging siluman dalam jumlah tidak tidur malam itu melainkan berbincang sampai pagi, ketika mereka berangkat menuju Gunung Tanpa Batas pun keduanya tidak bergerak secepat biasanya. Xiao Chen dan Dong Feng baru tiba di tujuan pada saat matahari sudah berada tepat di atas kepala mereka.“Chenchen berdiri di tengah formasi sihir itu.”Dong Feng menerima sembilan permata siluman dari Raja dan Ratu Siluman yang dikumpulkan Xiao Chen lalu mulai menyusun permata tersebut pada formasi sihir.“Chenchen, kau mungkin tidak akan muncul di tempat kau jatuh, tetapi yang pasti kau akan kembali ke dunia asalmu.”“Aku mengerti Senior…”Xiao Chen memberikan penghormatan sekali lagi, matanya berair tetapi dia menolak meneteskan air mata. Tidak ada diantara keduanya yang mengucapkan kata perpisahan.“Chenchen, aku akan selalu mengharapkan yang terbaik untukmu…” Dong Feng tersenyum lebar sambil mengaktifkan formasi pilar cahaya muncul di bawah kaki Xiao Chen dan mulai menyelimuti tubuhnya. Xiao Chen mengalirkan tenaga dalam untuk melindungi diri seperti yang diajarkan Dong Feng sebelumnya. Perlahan-lahan tubuh Xiao Chen mulai menghilang dari pandangan Dong Feng, berubah menjadi butir-butir cahaya yang menyatu dalam formasi dengan menghilangnya Xiao Chen, sembilan permata siluman yang diletakan di formasi sihir ikut pecah dan menjadi Feng memandangi formasi sihir tersebut cukup lama sebelum menghela nafas panjang, “Kali ini, aku sungguh tidak bisa bertemu dengannya lagi.”Ada rasa kesepian yang menyusup ke hati Dong Feng tetapi dia berusaha menekannya. Dong Feng melangkah pelan meninggalkan kuil tempat formasi sihir itu depan kuil tersebut ternyata ada seseorang yang sudah menunggu Dong Feng, seorang pria sepuh yang berwajah ramah.“Aku sudah menduga kau akan muncul setelah ini… Heavenseal…” Dong Feng tersenyum lebar menatap pria sepuh di sepuh yang disebut Heavenseal olehnya tertawa kecil, “Jangan senang dulu, hukumanmu belum berakhir. Mengingat kau membunuh populasi satu benua, hukumanmu tentu tidak seringan ini.”Dong Feng menghela nafas, “Kuharap kali ini aku tidak perlu menunggu terlalu lama seperti ini, kau sadar kan menunggu itu hal yang membosankan?”Heavenseal tersenyum lebar sebelum menjentikan jarinya, seketika gelang di tangan Dong Feng, gelang yang menahan kekuatannya Feng bisa merasakan kekuatan yang telah lama hilang, “Kau sadar dengan kekuatan ini, bahkan dirimu akan sulit menundukanku.”“Aku mengembalikan kekuatanmu karena kau akan membutuhkannya dalam hukumanmu berikutnya.”“Tugas apa yang akan kau berikan Heavenseal?”“Kau akan membantu seseorang menyegel sembilan makhluk gaib di dunia lain.”Heavenseal menjentikan jarinya sekali lagi, kali ini dirinya dan Dong Feng perlahan-lahan menjadi butiran cahaya dan meninggalkan tempat itu selamanya.