Karyailmiah ini diharapkan menambah pengetahuan pembaca tentang pemanfaatan sampah daun menjadi pupuk organik. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan karya ilmiah ini belum sempurna dan masih banyak kekurangan, oleh karena itu, kritik, saran dan komentar yang bersifat membangun sangat penulis harapkan untuk meningkatkan kualitas karya ilmiah Contohlaporan karya ilmiah tentang sampah. Gambar karya ilmiah. Contoh contoh karya ilmiah tentang sampah. Contoh karangan ilmiah tentang sampah. Karya tulis ilmiah tentang limbah industri. Karya tulis ilmiah tentang sampah rumah tangga. Contoh latar belakang karya tulis tentang sampah. Makalah tentang sampah rumah makan dan industri. KARYAILMIAH - MAKALAH DAMPAK LIMBAH MASKER MEDIS BAGI LINGKUNGAN - Januari 30, 2022 MAKALAH "Dampak Limbah Masker Medis Bagi Lingkungan" Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Disusun Oleh : Meilia Nuraeni XII IPS 2 SMAN 1 Majalengka Tahun Pelajaran 2021/2022 KATA PENGANTAR ContohKarya Tulis Ilmiah Tentang Lingkungan Hidup yang Baik dan Benar Mengolah sampah, membangkitkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi - ANTARA News 1 BAB I LATAR BELAKANG 1.1 Latar Belakang Saat ini jumlah limbah padat semakin meningkat secara signifikan salah satunya di K Sebelummengadakan penelitian, penulis memberikan hipotesis atas permasalahan yang akan dibahas dalam karya tulis ini. Hipotesis tersebut adalah ampas tahu yang merupakan salah satu bentuk dari limbah industri tahu, umumnya hanya digunakan oleh masyarakat untuk pakan ternak, bahan baku pada pembuatan tauco, oncom dan tempe gembus. A Limbah. Limbah adalah bahan sisa yang dihasilkan dari suatu kegiatan dan proses produksi, baik pada skala rumah tangga, industri, pertambangan, dan sebagainya. Limbah berhubungan dengan sanitasi karena sanitasi merupakan upaya yang dilakukan untuk menanggulangi salah satu masalah di Indonesia yaitu pembuangan limbah dengan cara yang tidak tepat. karyailmiah limbah KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini dalam memnuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia sesuai dengan waktu yang ditentukan Ibu pembimbing. KARYAILMIAH DAMPAK LIMBAH MASKER SEKALI PAKAI TERHADAP LINGKUNGAN SEHARI HARI Disusun Oleh : 1. Marsya Nadila Elisa Putri (16) 2. Natasya Grace Nauli Pardede (24) 3. Tara Audiyaningsih W (36) SMA NEGERI 79 JAKARTA 2020/2021 penyusunanKarya Tulis Ilmiah (KTI) dengan Judul "Pemanfaatan Limbah Pepaya dan Tomat untuk Mempercepat Pengomposan Sampah Organik" dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Karya Tulis Ilmiah ini terwujud atas bimbingan, pengarahan dan bantuan dari berbagai pihak, dan oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ContohKarya tulis ilmiah tentang pengelolaan limbah masker medis Source : Limbah Masker Medis Bagi Lingkungan" Oleh Andy Hermawan, S.Si, M.Pd Praktisi Pendidikan Alternatif BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Semenjak virus Corona Covid-19 merebak di Indonesia.Pola kebiasaan baru wajib diterapkan dalam masyarakat Indonesia. PXPLuX. 0% found this document useful 0 votes7K views15 pagesDescription.Copyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes7K views15 pagesKarya Ilmiah Tentang Daur Ulang PlastikJump to Page You are on page 1of 15 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 13 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. KARYA TULIS ILMIAH “Pengelolahan Limbah atau Sampah dengan Baik dan Benar” Bahasa Indonesia Guru Pembimbing Dwi Rediati Penulis Eva Carlina XI IPA 1 SMA NGERI 17 BATAM KAVLING BUKIT SEROJA DAPUR 12 BATAM TAHUN AJARAN 2012/2O13 HALAMAN PENGESAHAN Karya tulis ilmiah yang berjudul “PENGELOLAHAN LIMBAH yang BAIK dan BENAR” Telah diperiksa dan disetujui oleh Guru Pembimbing SMA N 17 BATAM dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diterima pada Hari/Tanggal Rabu 01 MEI 2013 Penulis Pembimbing Eva Dwi Rediati NIP. Mengetahui , Kepala SMA N 17 Batam Hermiani NIP .199641204 198803 2 010 “ Berusahalah menciptakan sesuatu yang baru dengan hal-hal yang lama “ “ Orang yang cerdas adalah orang yang memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang baru” Penulis mempersembahkan Karya Tulis Ilmiah ini kepada 1. Secara khusus penulis menyampaikan terima kasih kepada keluarga tercinta yang telah memberikan dorongan dan bantuan serta pengertian yang besar kepada penulis. 2. Kakak Fajar,kakak ilham,Aini puji setyoningsih,Renny rubiyana,puspa sari,vera yunita, kakak Dojoon,kepada eunyeuk,Jones Saputra,Ergy,Rio,Bayu. Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah,yang atas rahmat-nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan karya tulis ilmiah yang berjudul “Pengelolahan Limbah ”. Penulisan makalah merupakan salah satu tugas Bahasa Indonesia. Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan penelitian ini, khususnya kepada 1. Hermiarni, selaku Kepala SMA N 17 BATAM 2. Dwi Rediati, selaku guru Pembimbing yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam pelaksanaan bimbingan, pengarahan, dorongan dalam rangka penyelesaian penyusunan makalah ini. 3. Secara khusus penulis menyampaikan terima kasih kepada keluarga tercinta yang telah memberikan dorongan dan bantuan serta pengertian yang besar kepada penulis. 4. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan bantuan dalam penulisan makalah ini. Akhirnya penulis berharap semoga Tuhan YME memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin. Dalam Penulisan karya tulis ilniah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan karya ilmiah ini. Batam, Penulis ABSTRAK Di era globalisasi pada saat ini banyak masyarakat memiliki masalah tentang pengolahan limbahsampah Mereka menyadari bahwa permasalahan sampah telah menjadi masalah nasional di negara kita di pungkiri lagi,masalah sampah yang dibuang atau yang tidak dikelola secara rapi dan benar akan menimbulkan akibat yang cukup parah bagi kita,seperti jikalau membuang sampah sembarang terutama disungai dapat menyebabkan banjir dan jika membuang limbah pabrik kelaut dapat membuat laut menjadi kotor dan tidak indah lagi. Ternyata kalau ditelusuri lagi bahwa limbah dapat dikelolah dengan benar dapat memberikan manfaat bagi kita seperti pengolahan limbah menjadi pupuk kompos untuk penyubur tanaman, biogas, dan daur ulang sampah yang dapat dijadikan ini saya lakukan karena masyarakat pada saat ini banyak sekali yang kurang sadar akan pengelolahan limbah yang baik dan benar,ternyata limbah bukan hanya masalah yang tidak penting bagi hidup kita hanya saja kita tidak tahu cara pengelolahanya tetapi jika kita tahu cara pngelolahan limbah tersebut maka limbah tersebut akan menjadi berguna bagi kita. Limbah adalah zat atau bahan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi, baik industri maupun domestik rumah tangga, yang kehadirannya pada suatu saat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena dapat menurunkan kualitas lingkungan. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa limbah merupakan suatu zat atau benda yang bersifat mencemari lingkungan. Limbah tidak mempunyai nilai ekonomis, karena itu limbah dibuang. Keseimbangan lingkungan menjadi terganggu jika jumlah hasil buangan tersebut melebihi ambang batas. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, keberadaan limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah bergantung pada jenis dan karakteristik limbah. Karakteristik Limbah nya adalah sebagi berikut Berukuran mikro, maksudnya ukurannya terdiri atas partikel-partikel kecil yang dapat kita lihat,Dinamis, artinya limbah tidak diam di tempat, selalu bergerak, dan berubah sesuai dengan kondisi lingkungan,penyebarannya berdampak luas, maksudnya lingkungan yang terkena limbah tidak hanya pada wilayah tertentu melainkan berdampak pada faktor yang lainnya, serta berdampak jangka panjang antargenerasi, maksudnya masalah limbah tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Sehingga dampaknya akan ada pada generasi yang akan datang. Kesimpulan dari karya tulis ilmiah ini adalah Kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah. Saran penulis kpada pmbaca adalah Sebaiknya sebagai warga Negara Indonesia sudah sewajarnya kita memanfaatkan limbah atau sampah yang ada disekitar kita dengan baik agar lingkungan kita tidak hanya bersih tapi tampak indah dengan hasil karya yang kita buat sendiri. Dan dengan adanya cara pengolahan limbah yang benar kita dituntut untuk lebih berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan yang hijau dan asri. Abstract In the era of globalization at the moment many people have problems about waste garbage They realize that the waste problem has become a national problem in our country deny this again, the problem of waste disposed or are not maintained in a neat and properly will lead to a result severe enough for us, such as taking out the trash if any especially river may cause flooding and if the factory dumping waste into the sea to make the ocean dirty and no longer beautiful. If it turns out that the waste can be traced again managed properly can provide benefits for us as sewage into compost for fertilizing crops, biogas, and waste recycling can be I did this because at the moment many people are less aware of all pengelolahan will waste a good and true, it is not just a matter of waste that is not essential for our life we ​​just do not know how pengelolahanya but if we know how the waste pngelolahan the waste will be useful for us. Wastes are substances or waste material resulting from a production process, both industrial and domestic household, whose presence at a particular moment is not desirable because it can lower the quality of the neighborhood environment. From the definition it can be concluded that the waste is a substance or object that is polluting the environment. Waste has no economic value, because the waste is disposed. Environmental balance to be disrupted if the amount of waste product that exceeds the threshold. With concentration and a certain quantity, where the waste can have a negative impact on the environment, especially to human health so it needs to be done to the handling of waste. The level of danger posed by the waste poisoning depend on the type and characteristics of the waste. Characteristics of Waste is Micro-sized, meaning its size consists of tiny particles that we can see,dynamic, meaning that the waste is not standing still, always moving, and change according to environmental conditions,wide spread impact, meaning an environment with waste not only to a specific area but have an impact on other factors,long-term impact intergenerational, meaning the waste problem can not be solved in a short time. So the impact will be on future generations. Conclusion is Waste is waste generated from the production process of both industrial and domestic household, which is better known as junk, whose presence at a particular time and place environmentally undesirable because it has no economic value. When viewed chemically, this waste consists of organic and inorganic chemicals. With concentration and a certain quantity, the presence of waste can have a negative impact on the environment, especially to human health, so it is necessary to the handling of waste. The level of danger posed by the waste poisoning depend on the type and characteristics of the waste. Suggestion is Preferably as an Indonesian citizen naturally we utilize waste or garbage that is around us well to our environment is not only clean but looks beautiful with the work of our own making. And with the correct way of processing waste we are required to participate in creating a more green and lush environment. Daftar isi halaman Judul………………………………………………………………………………………………... 1 Pengesahan……………………………………………………………………………………………………. 2 Motto………………………………………………………………………….................................................. 3 Persembahan…………………………………………………………………………………………………. 4 Kata Pengantar……………………………………………………………………………………………….. 5 Abstrak……………………………………………………………………………………………………….. 6 Abstract ……………………………………………………………………………………………………… 7 Daftar Isi…………………………………………………………………………………………………… ... 8 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ……………………………………………………………………………... 9 B. Rumusan Masalah ………………………………………………………………………….. 9 C. Tujuan Penelitian …………………………………………………………………………… 9 D. Manfaat Penelitian ………………………………………………………………………….. 10 E. Metode Penelitian …………………………………………………………………………… 10 F. Sistematika Penulisan ……………………………………………………………………….. 10 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian limbah/sampah ............................................................................………………. 11 B. Cara pengelolahan limbah menjadi kompos ……………………………………………….. 12 C. Teknologi yang digunakan dalam pembuatan kompos ……………………………………. 14 D. Cara pengelolahan limbah menjadi biogas ……………………………………………….... 16 BAB III KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulam ………………………………………………………………………………. 18 B. Saran ………………………………………………………………………………………. 18 Lampiran ……………………………………………………………………………………………. 19 Daftar Pustaka ………………………………………………………………………………………. 20 BAB I PENDAHULUHAN Di era globalisasi pada saat ini banyak masyarakat memiliki masalah tentang pengolahan limbahsampah Mereka menyadari bahwa permasalahan sampah telah menjadi masalah nasional di negara kita di pungkiri lagi,masalah sampah yang dibuang atau yang tidak dikelola secara rapi dan benar akan menimbulkan akibat yang cukup parah bagi kita,seperti jikalau membuang sampah sembarang terutama disungai dapat menyebabkan banjir dan jika membuang limbah pabrik kelaut dapat membuat laut menjadi kotor dan tidak indah lagi. Ternyata kalau ditelusuri lagi bahwa limbah dapat dikelolah dengan benar dapat memberikan manfaat bagi kita seperti pengolahan limbah menjadi pupuk kompos untuk penyubur tanaman, biogas, dan daur ulang sampah yang dapat dijadikan ini saya lakukan karena masyarakat pada saat ini banyak sekali yang kurang sadar akan pengelolahan limbah yang baik dan benar,ternyata limbah bukan hanya masalah yang tidak penting bagi hidup kita hanya saja kita tidak tahu cara pengelolahanya tetapi jika kita tahu cara pngelolahan limbah tersebut maka limbah tersebut akan menjadi berguna bagi kita. Oleh karna itu saya sebagai penulis ingin membuat karya tulis yang bejudul “Pengolahan limbah/sampah dengan benar” Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan,penulis merumuskan beberapa masalah yang akan dibahas dalam karya tulis ilmiah,yaitu 1. Apa yang dimaksud dengan limbah/sampah? 2. Bagaimana pengelolahan limbah menjadi kompos? 3. Bagaimana teknologi yang digunakan dalam pembuatan kompos? 4. Bagaimana pengelolahan limbah menjadi biogas? 1. Untuk mengidentifikasi apa yang dimaksud dengan limbah. 2. Untuk mengetahui cara mengelolah limbah menjadi kompos. 3. Untuk mengetahui teknologi pembjuatan kompos. 4. Untuk mengetahui cara mengelolah limbah menjadi biogas. 1. Untuk mengajak masyarakat terutama kalangan generasi pemuda penerus bangsa ikut berpartisipasi banyak dalam memnfaatkan limbah yang tidak dipakai menjadi sebuah barang yang layak dipakai dan setidaknya ini merupakan awal dari lingkungan yang hijau,bersih,dan asri. 2. Tidak lain dan tidak bukan memberikan penelitian ini dibuat agar kita juga merasa bahwa Indonesia memiliki SDM yang patut dikembangkan. 3. Meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia akan cara pengelolahan limbah sampah yang pada saat ini mrajalela di lingkungan sekitar kita. 4. Cara ini kami berikan supaya apa yang ada di lingkungan sekitar kita bukan hanya sampah yang tidak hanya dibuang tapi dapat kita manfaat kan seperti kompos dan biogas yang merupakan pengganti gas LPG dan lain sebagainya. E. Metode Penelitian dan Teknik Penelitian Untuk mendapatkan data dan informasi yang diprlukan penulis menggunakan metode teknik yang dipergunakan penulis dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini yaitu Metode Studi Pustaka Pada metode ini membaca buku-buku dan tulisan yang berhubungan dengan penulisan karya tulis ilmiah ini serta yang berkaitan dengan lingkungan dusekitar satu bukunya adalah buku Ilmu Pengetahuan Alam SMA/MAK. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ……………………………………………………………………………... 9 B. Rumusan Masalah ………………………………………………………………………….. 9 C. Tujuan Penelitian …………………………………………………………………………… 9 D. Manfaat Penelitian …………………………………………………………………………. 10 E. Metode Penelitian …………………………………………………………………………… 10 F. Sistematika Penulisan ……………………………………………………………………….. 10 BAB II PEMBAHASAN A. Apa yang dimaksud dengan limbah/sampah ........................................................................... 11 B. Bagaimana pengelolahan limbah menjadi kompos…………………………………………. 12 C. Bagaimana teknologi yang digunakan dalam pembuatan kompos …………………………. 14 D. Bagaimana pengelolahan limbah menjadi biogas …………………………………………… 16 BAB III KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulam ………………………………………………………………………………….. 18 B. Saran ………………………………………………………………………………………..... 18 Lampiran ……………………………………………………………………………………………. 19 Daftar Pustaka ………………………………………………………………………………………. 20 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Limbah atau sampah Limbah adalah zat atau bahan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi, baik industri maupun domestik rumah tangga, yang kehadirannya pada suatu saat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena dapat menurunkan kualitas lingkungan. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa limbah merupakan suatu zat atau benda yang bersifat mencemari lingkungan. Limbah tidak mempunyai nilai ekonomis, karena itu limbah dibuang. Keseimbangan lingkungan menjadi terganggu jika jumlah hasil buangan tersebut melebihi ambang batas. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, keberadaan limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah bergantung pada jenis dan karakteristik limbah. Karakteristik Limbah 1. Berukuran mikro, maksudnya ukurannya terdiri atas partikel-partikel kecil yang dapat kita lihat. 2. Dinamis, artinya limbah tidak diam di tempat, selalu bergerak, dan berubah sesuai dengan kondisi lingkungan. 3. Penyebarannya berdampak luas, maksudnya lingkungan yang terkena limbah tidak hanya pada wilayah tertentu melainkan berdampak pada faktor yang lainnya. 4. Berdampak jangka panjang antargenerasi, maksudnya masalah limbah tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Sehingga dampaknya akan ada pada generasi yang akan datang. Penggolongan Limbah Industri 1. Limbah gas dan partikel 2. Limbah cair 3. Limbah padat 4. Limbah bahan berbahaya dan beracun/B3. Secara garis besar, Limbah terbagi tiga 1. Limbah organik 2. Limbah anorganik 3. Limbah bahan berbahaya dan beracun/B3 Faktor-faktor yang mempengaruhi Banyak sedikitnya limbah memengaruhi kualitas limbah. Jika limbah di lingkungan terdapat dalam jumlah banyak, limbah tersebut berbahaya. Akan tetapi, jika jumlahnya sedikit maka limbah tidak akan membahayakan. 2. Kandungan bahan pencemar. Kualitas limbah dipengaruhi oleh kandungan bahan pencemar. Limbah dikategorikan berbahaya jika mengandung pencemar berbahaya. Jika limbah tidak mengandung bahan pencemar berbahaya, berarti limbah tersebut tidak membahayakan. 3. Frekuensi pembuangan limbah. Pembuangan limbah dengan frekuensi yang sering akan menimbulkan masalah. Jika pembuanganlimbah dilakukan dengan frekuensi yang tidak sering maka limbah tidak akan membahayakan. B. Pengelolahan Limbah Menjadi KomposComposting Pengomposan didefinisikan sebagai suatu proses dekomposisipenguraian secara biologis dari senyawa-senyawa organic yang terjadi karena adanya kegiatan mikrooorganisme yang bekerja pada suhu merupakan salah satu metode pengelolahan limbah sampah organic menjadi material baru seperti humus yang relative stabil dan lazim disebut dengan bahan baku sampah dosmetik merupakan teknologi yang ramah lingkungan,sederhana,dan menghasilkan produk akhir yang sangat berguna bagi ksuburan tanah atau tanah penutup bagi landfill. Pengomposan sampah perkotaan mempunyai banyak keuntungan dan dapat diuraikan sebagai berikut 1. Membantu meringankan beban pengelolahan sampah perkotaan. 2. Komposisi sampah diindonesia sebagian besar terdiri dari sampah organic,sekitar 50% sampai 60 % dapat hal ini dapat direalisasikan sudah tentu dapat membantu dalam pengelolahan sampah diperkotaan,yaitu sebagai berikut. a. Memperpanjang umur tempat pembuangan akhirTPA,karena semakin banyak sampah yang banyak dikomposkan,semakin sedikit sampah dapat dikelola. b. Meningkatkan efisiensi biaya pengangkutan sampah,disebabkan jumlah sampah yang diangkut ke TPA semakin berkurang. c. Meningkatkan kondisi sanitasi di perkotaan. d. Semakin banyak sampah yang dibuat kompos,diharapkan semakin sedikit pula masalah kesehatan lingkungan masyarakat yang timbul. Dalam proses pengomposan,panas yang dihasilkan dapat mencapai 600c sehingga kondisi ini dapat memusnahkan mikrooorganisme pathogen yang terdapat dalam sampah. 3. Dari segi social kemasyarakatan,pengomposan dapat meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolahan sampah kota dan meningkatkan pendapatan keluarga. 4. Pengomposan berpotensi mengurangi pencemaran lingkungan perkotaan karena jumlah sampah yang dibakar atau dibuang kesungai menjadi berkurag. 5. Membantu melestarikan sumber daya alam. 6. Pengomposan juga berarti menghasilkan sumber daya baru dari sampah yaitu kompos yang kaya akan unsure hara mikro. Prinsip-prinsip proses biologis yang terjadi pada proses pengomposan meliputi kebutuhan nutrisi untuk mikrooorganisme, jenis-jenis mikroorganisme yang berperan dalam proses pengomposan, kondisi lingkungan ideal,dan fase transformasi biokimkia. Untuk perkembangbiakan dan pertumbuhannya, mikroorganisme memerlukan sumber energy, yaitu karbon untuk proses sintesis jaringan baru dan elemen-elemen anorganik,seperti nitrogen,fosfor,kapur,belerang,dan magnesium sebagai bahan makanan untuk membentuk sel-sel tubuhnya. Mikroorganisme pngurai dapat dibedakaan berdasarkan struktur dan fungsi sel,yaitu sebagai berikut. b. Eucarytoes, termasuk dalam decomposer adalah eucaryotoes bersel tunggal,antara lain ganggang,jamur,dan protozoa. c. Eunbacteria, bersel tunggal dan tidak mempunyai membrane inti, contoh bakteri Beberapa hewan invertebrate seperti cacing tanah, kutu juga berperan dalam pengurai dengan perananya dalam rantai makanan,mikroorganisme pengurai dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu sebagai berikut. a. Kelompok I Konsumen tingkat I yang mengonsumsi langsung bahan organic dalam sampa, yaitu jamur,bakteri, dan actinomycetes. b. Kelompok II Konsumen tingkat II mengonsumsi jasad kelompok I. c. Kelompok III Konsumen tingkat III akan mengonsumsi jasad kelompok I dan jasad kelompok II. 3. Kondisi Lingkungan Ideal Efektifitas proses pembuatan kompos sangat bergantung dengan pengurai mereka hidup dalam lingkungan yang ideal,maka mereka akan tumbuh dan berkembang biak dengan baik pula. Kondisi lingkungan yang ideal mencakup a. Keseimbangan Nutrien C/N Ratio yang paling penting disini adalah proses pembuatan kompos yang menggunakan unsure karbon dan kita teliti lagi bahea karbon dan oksigen dalam proses ini mengeluarkan panas,besar perbadinganya tergantung jenis sampah sebagai bahan baku. b. Derajat Keasamaanm pH pH netral dalam proses ini adalah sesuai yang dibutuhkan proses awalnya mikrooorganisme mengubah sampah organic menjadi asam-asam organic sehingga derajat keasaman akan selalu pada masa pematangannya derajat keasaman akan meningkat. Derajat keasaman dapat menjadi factor penghambat dalam proses pembuatan kompos,dapat terjadi apabila sebagai berikut I. pH terlalu tinggidiatas 8,unsur N akan menguap mnjadi yang terbentuk akan sangat menggangu proses bau yang menyengat. II. pH terlalu rendah dibawah 6, kondisi menjadi asam dan dapat menyebabkan kematian jasad renik. Proses biokimia dalam proses pengomposan menghasilkan penas yang sangat penting bagi mengptimumkan laju penguraian dan dalam menghasilkan produk secara mikrooorganisme aman perubahan sehu atau temperature dapat membuat sampah bervariasi sesuai dengan tipe dan jenis awal pengomposan temperature mesofilik,yaitu antara 25-450C. d. Ukuran Partikel Sampah Ukuran partikel sampah yang digunakan sebagai bahan baku pembuiatan kompos harus sekecil mungkin untuk mencapai efisiensi aerasi dan supaya lebih mudah dicerna atau diuraikan oleh kecil partikel sampah maka luas permukaan yang dicerna sehingga pengurai dapat berlangsung dengan cepat. Kisaran kelembapan udaranya adalah 40-60% dengan nilai yang paling baik adalah 50%.Kelembapan ini harus terus dijaga untuk memperoleh jumlah mikroorganisme yang meksimal sehingga proses pengomposan dapat berjalan dengan cepat. Berdasarkan atas kebutuhan oksigen,transformasi biokimia proses pengomposan dapat dibagi menjadi dua yaitu CHON + O2 + nutrient sel-sel baru + CO2 + H2o +NH4 + So42-+ panas + kompos b. Transformasi Anaerobik Proses penguraian senyawa organic yang berasal dari sampah dapat berlangsung dalam kondisi anaerobic menjadi gas-gas yang mengandung karbon dioksida dan metana. Perubahan tersebut dapat dijelaskan aksi berikut CHON + nutrient sel-sel baru + CO2 +CH4 + NH­3 + H2s + panas + kompos C. Teknologi Pembuatan Kompos Berdasarkan ada tidaknya asupan udara,pembuatan kompos dapat dibedakan menjadi pengomposan secara arobikdan anaerobic dan pengomposan anaerobic yang lazim disebut digesti pengomposan aerobic,adanya udara dapat memeprcepat proses pembusukan oleh mikrooorganisme aerobic,proses anaerobic,proses berlangsung lama,biasanya menimbulkan baud an akhir yang terpenting adalah gas metana sebagai sumber energy baru. a. Pengomposan Sistem Window merupakan metode yang paling sederhana dan sudah ada sejak lama mendapatkan aerasi dan percampuran,biasanya tumpukan sampah tersebut dibalik atau diaduk. b. Aerated Static Piie Composting Udara disuntikan melalui pipa statis kedalam tumpukan sampah. c. In-Vesse Composting Sistem Sistem pengomposan dilakukan didalam container/tangki tertutup, Berlangsung scara mekanik,untuk mencegah bau disuntikkan udara,pemantauan suhu,dan konsentrasi oksigen. Langkah pengembangan pengomposan secara arobik dengan memenfaatkan cacing tanah sebagai perombak utama atau dekomposor. e. Effective MicrooorganismEM Kultur campuran dari microorganism yang menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman yang dapat diaplikasikan sebagai inokulan untuk meningkatkan keragaman dan populasi microorganism didalam tanah dan tanaman yang selamjutnya dapat meningkatkan kesehatan,pertumbuhan,kuantitas,dan kualitas produksi tanaman. II. Pengomposan Anaerobik Proses ini disebut juga dengn proses digesti anaerobic yang dapat dibdakan menajdi dua jenis, yaitu sebagai berikut a. Digesti Anaerobik dengan Tingkat Kepadatan Rendah Konsentrasi kepadatan yang antara 4-8%,mengunakan bahan baku sampah domestic,kotoran manusia,dan hewan. b. Digesti Anaerobik dengan Tingkat Kepadatan Tinggi Konsentrasi kepadatan mencapai 22%.Keuntungan utama dari proses ini adalah bahwa air yang dibutuhkan jauh sedikit dari degesti tingkat rendah. Mengingat mahalnya biaya tersebut,maka kedua proses diatas ini tik direkomendasikan sebagi upaya dur ulang energy dari sampah domestic tetapi dapat leebih baik diterapkan untukn penanganan sampah pertanian dan perternakan. Beberapa ini adalah langkah-langkah Pembuatan Kompos 1. Siapkan reactor kompos atau composer,wadah yang terbuat dari PVC,drum berukuran kira-kira 1 m kubik. Ini harus memiliki system ventilasi yang pengomposan memrlukan reactor ini tidak memiliki ventilasi yang baik,proses pembusukan yang terjadi akan menghasilkan bau busuk akibat pembentukan ammonia dan H2s. 2. Persiapkan bahan organic .Siapkan sampah organic yang akan dikomposkan misalnya dari sisa sayuran,nasi,atau potongan tanaman dari kebun. 3. Proses pembusukan ini memerlukan bahan-bahan tadi dicampurkan terlebih dahulu dengan sumber bakteri pengurai sbelum dimasukkan kdalam reactor pengurai yang paling mudah didapat adalah pupuk kandang atau ternak. 4. Bakteri pengurai yang dapat digunakan untuk membantu proses pengomposan juga dujual di took-toko penjual satu adalah EM-4. 5. Agar proses pengomposan berjalan dengan sempurna media harus mngandung kira-kira 50% air,jadi jangan lupa untuk selalu menyimpan media kompos ini setiap hari dengan air secukupnya 6. Bolak-balik media kompos setiap hari agar proses aerasi berjalan dengan sempurna ,bila bau yang tidak sedap keluar maka tambahkan larutan air dengan proses ini berjalan dengan baik,setelh lima hari volume akan menyusut kira=kira menjadi 25% .Jadi untuk skala rumah tangga,reactor kompos berukuran 1 m kubik sudah lebih dari cukup. 7. Kompos siap dipanen setelah diperoleh waktu 2-3 minggu ,bergantung pada tahap yang diperoleh adalah lumpur hitam yang mengandung 50%.Sehingga untuk bias langsung dipaakai sebagai media tanaman di kebun. Kutipan Buku Ilmu Pengetahuan Alam SMK/MAK kelas 2b,halaman 55-69 D. Pengelolahan Limbah Menjadi Biogas Salah satu upaya pemanfaatan limbah peternakan adalah dengan memenfaatkanya untuk menghasilkan bahan bakar dengan menggunakan teknologi biogas. Teknologi biogas memberikan peluang bagi masyarakat pdesaan yang memiliki usaha peternakan, baik individual atau kelompok, untuk memenuhi kbutuhan energy shari-hari scara energy biomassa berasal dari bahan organic. Apabila biomassa tersebutdimanfaatkan untuk menghasilkan energy, maka energy tersebut disebut dengan bioenerg. Nilai kalori dari 1 meter biogas sekitar watt jam yang setara dengan setengah liter minyak karena itu,biogas sangat cocok digunaka sebagai bahan bakar alternative yang ramah lingkungan pengganti minyak tanah,LPG,butane, batu bara,maupun bahan-bahan lain yang brasal dari fosil. Teknologi biogas bukanlah teknologi baru. Teknologi ini telah banyak dimanfaatkan oleh petani peternak diberbagai Negara, diantaranya India,Cina,bahkan biogas sederhana yang dikembangkan di Indonesia berfokus pada aplikasi skala kecil/menengah yang dapat dimanfaatkan masyarakat pertanian yang memiliki ternak sapi 2-20 ekor. Penerapan teknologi biogas pada darah yang memiliki peternakan dapat mememberikan keuntungan ekonomis apabila dilakukan perancangan yang tepat dari segi teknis dan oprasionalnya. Perancangan operasional meliputi kemampuan operator untuk memastikan prawatan fasilitas biogas berjalan rutin dan trpenuhinya suplai bahan baku biogas steiap biogasdi Indonesia cukup melimpah, mengingat perternakan yang merupakan salah satu kegiatan ekonomi dalam masyarakat pertanian. Hampir semua petani memiliki ternak, antara lain spi,kambing,dan ayam, bahkan ada yang secara khusu mengembangkan sector jenis ternak tersebut, sapi merupakan penghasil kotoran yang paling besar. Bioga merupakan gas campuran metanaCH4 ,karbon dioksida CO2, dan gas lainnya yang didapat dari hasil penguraian mat erial organic seperti kotoran hewan,kotoran manusia,dan tumbuhan oleh bakteri pengurai metanogen pada sebuah biodigester. Proses penguraiannya terjadi secara anaerob atau tanpa terbentuk pada hari ke 4-5 sesudah biodigester terisi penuh dan mencapai puncak pada hari ke yang dihasilkan oleh biodiegester sebagian besar terdiri sebagai berikut III. Gas metana CH4 50-70% IV. Gas karbon dioksida 30-40% Biogas memiliki kareakteristik sebagai berikut. 1. Memiliki berat 20% lebih ringan dari udara suhu pembakaran antara 650-750% berbau dan tidak berwarna nyala api biru cerah Adapun tiga kelompok bakteri yang berperan dalam proses pembentukan biogas yaitu sebagai brikut. 1. Kelopok bakteri fermentative, contohnya streptococcus, Bacteroides, dan beberapa jenisEnteribactericeae 2. Kelompok bakteri Desulfovibrio 3. Kelompok bakteri metanogen,contohnya Methanobacteria, methanabacillus, methanosacraria, dan Methananococcus Kutipan Buku Ilmu Pengetahuan Alam SMK/MAK kelas 2b,halaman 70 BAB III PENUTUP Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai sampah, yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia organik dan anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah. Sebaiknya sebagai warga Negara Indonesia sudah sewajarnya kita memanfaatkan limbah atau sampah yang ada disekitar kita dengan baik agar lingkungan kita tidak hanya bersih tapi tampak indah dengan hasil karya yang kita buat sendiri. Dan dengan adanya cara pengolahan limbah yang benar kita dituntut untuk lebih berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan yang hijau dan asri. Lampiran Diatas merupakan proses pembuatan kompos dari bahan-bahan organik 1. Siapkan reactor kompos atau composer,wadah yang terbuat dari PVC,drum berukuran kira-kira 1 m kubik. Ini harus memiliki system ventilasi yang pengomposan memrlukan reactor ini tidak memiliki ventilasi yang baik,proses pembusukan yang terjadi akan menghasilkan bau busuk akibat pembentukan ammonia dan H2s. 2. Persiapkan bahan organic .Siapkan sampah organic yang akan dikomposkan misalnya dari sisa sayuran,nasi,atau potongan tanaman dari kebun. 3. Proses pembusukan ini memerlukan bahan-bahan tadi dicampurkan terlebih dahulu dengan sumber bakteri pengurai sbelum dimasukkan kdalam reactor pengurai yang paling mudah didapat adalah pupuk kandang atau ternak. 4. Bakteri pengurai yang dapat digunakan untuk membantu proses pengomposan juga dujual di took-toko penjual satu adalah EM-4. 5. Agar proses pengomposan berjalan dengan sempurna media harus mngandung kira-kira 50% air,jadi jangan lupa untuk selalu menyimpan media kompos ini setiap hari dengan air secukupnya 6. Bolak-balik media kompos setiap hari agar proses aerasi berjalan dengan sempurna ,bila bau yang tidak sedap keluar maka tambahkan larutan air dengan proses ini berjalan dengan baik,setelh lima hari volume akan menyusut kira=kira menjadi 25% .Jadi untuk skala rumah tangga,reactor kompos berukuran 1 m kubik sudah lebih dari cukup. 7. Kompos siap dipanen setelah diperoleh waktu 2-3 minggu ,bergantung pada tahap yang diperoleh adalah lumpur hitam yang mengandung 50%.Sehingga untuk bias langsung dipaakai sebagai media tanaman di kebun. Diatas merupakan proses pembuatan kompos dari bahan-bahan organik. Daftar Pustaka Jones. S. 2007. Ilmu Pengetahuan alam SMA/ Pariwara